Lewati ke konten utama
Logo MTsN Bantaeng

Menyemai Kerukunan Sejak Dini: Strategi MTsN Bantaeng Membina Sikap Moderat pada 130 Siswa Kelas VII

Menyemai Kerukunan Sejak Dini: Strategi MTsN Bantaeng Membina Sikap Moderat pada 130 Siswa Kelas VII
22 Jul 2026 Berita

Dampang (Humas MTsN) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bantaeng berkomitmen penuh dalam membangun karakter generasi muda yang inklusif dan toleran. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Moderasi Beragama yang berfokus pada pembinaan karakter murid baru di Aula Madrasah, Rabu, 22/7/2026.


Kegiatan edukatif ini diikuti secara antusias oleh 130 murid kelas VII. Workshop dirancang khusus untuk mengenalkan esensi cara pandang keagamaan yang moderat, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.


Kegiatan ini menghadirkan Hj. Suharti, S.Pd., M.M. sebagai pemateri yang membawa pesan kuat tentang masa depan toleransi di Indonesia.


Investasi Toleransi di Usia Transisi, Hj. Suharti menegaskan bahwa usia remaja adalah fase emas sekaligus penentu wajah toleransi bangsa di masa depan. 


"Menanamkan nilai moderasi sejak dini sangat krusial untuk membentuk fondasi berpikir yang kritis, inklusif, dan toleran sebelum mereka melangkah ke usia dewasa" terangnya


"Guru Menjadi Jangkar Karakter Selain membekali siswa, workshop ini mengingatkan kembali peran vital para tenaga pendidik. Guru dituntut menjadi teladan nyata (role model) yang menghidupkan nilai-nilai moderasi dalam setiap proses pembelajaran berkarakter di madrasah" tambahnya


Disamping itu, Kepala Madrasah menegaskan bahwa penanaman moderasi beragama sangat krusial dilakukan sejak menginjak bangku madrasah tsanawiyah.


Di MTsN Bantaeng sendiri, ekosistem pendidikan diisi oleh warga madrasah dengan latar belakang organisasi keagamaan yang beragam, mulai dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), hingga Salafiyah.


"Melalui workshop ini, kami ingin memastikan 130 siswa kelas VII kami tumbuh menjadi pribadi yang saling memahami, menghormati perbedaan mazhab, dan tidak mudah menyalahkan cara ibadah orang lain. Keberagaman adalah kekayaan, bukan pemisah," ungkap kamad dalam arahannya.


Selama workshop berlangsung, para siswa diberikan materi interaktif mengenai Empat Pilar Moderasi: 

1. Komitmen kebangsaan

2. toleransi

3. anti-kekerasan

4. Akomodasi terhadap budaya lokal.


Melalui dukungan sinergis antara keteladanan para guru di Madrasah serta peran aktif orang tua di rumah, MTsN Bantaeng berharap alumni workshop ini mampu menjadi agen perdamaian dan pelopor kerukunan di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. (AR)


Bagikan:
Chat Kami