Dampang (Humas MTsN) - Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng gencar melaksanakan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Kamis, 8/10/2026.
Sebuah sekolah berasrama unggulan yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah taktis ini diambil guna menjaring putra-putri terbaik daerah untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas global tanpa hambatan finansial.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian akademis, sebanyak 10 murid terbaik dari MTsN Bantaeng dan 30 dari SMP mengikuti rangkaian seleksi masuk sekolah semi-militer tersebut.
Kapolres Bantaeng melalui Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM), Kompol Abd. Rahim, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa program penjaringan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri dalam melahirkan calon pemimpin masa depan dari wilayah pelosok.
"Sosialisasi ini kami masifkan agar informasi mengenai akses pendidikan berkualitas internasional dengan beasiswa penuh dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Bantaeng," ujar Kompol Abd. Rahim dalam keterangan resminya.
Merespons undangan jalur khusus ini, Kepala MTsN Bantaeng, Bapak Muh. Kasim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan rasa haru sekaligus kebanggaan yang mendalam atas apresiasi yang diberikan kepada anak didiknya. Beliau menilai langkah ini sebagai peluang emas yang langka bagi masa depan para murid.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Bantaeng dan Yayasan Kemala Bhayangkari atas kepercayaan ini. Undangan khusus bagi 10 murid terbaik kami merupakan bukti nyata bahwa prestasi akademis anak-anak di daerah sangat dihargai. Ini adalah jembatan emas bagi mereka untuk meraih pendidikan bertaraf internasional tanpa harus terhambat oleh faktor biaya," ungkap Kamad Muh. Kasim.
Rasa syukur dan antusiasme yang tinggi juga terpancar dari Fika, salah satu murid terbaik MTsN Bantaeng yang terpilih masuk dalam jalur undangan khusus ini. Baginya, kesempatan ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan untuk bisa membanggakan orang tuanya.
"Saya sangat kaget sekaligus bersyukur bisa terpilih di antara teman-teman. Bisa mendapatkan kesempatan seleksi di sekolah berstandar internasional dengan beasiswa penuh seperti SMA Kemala Taruna Bhayangkara adalah kesempatan langka. Saya bertekad akan belajar dan mempersiapkan diri seoptimal mungkin agar bisa lolos dan membawa nama baik MTsN Bantaeng serta daerah kami," tutur Fika dengan penuh semangat.
Pendaftaran sekolah binaan Yayasan Kemala Bhayangkari ini dilakukan sepenuhnya secara daring (online) mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026. Program ini dipastikan 100% gratis. Pihak sekolah membebaskan biaya pendaftaran, biaya pendidikan (SPP), biaya makan, laundry, hingga seluruh kebutuhan pakaian dan seragam taruna selama masa pendidikan.
Sekolah semi-militer ini memadukan Kurikulum Nasional serta kurikulum International Baccalaureate (IB). Metode pembelajaran dirancang ketat dan kritis demi mempersiapkan para lulusannya menembus 100 universitas terbaik di dunia.
Untuk menunjang kenyamanan dan perkembangan kompetensi siswa, kompleks lembaga pendidikan ini dilengkapi sarana dan prasarana berstandar internasional, meliputi:
1. Disiplin Tinggi & Kebhayangkaraan: Pembinaan mental, kemandirian, dan ketangkasan fisik yang dipimpin langsung oleh instruktur berpengalaman.
2. Fasilitas Gedung Modern: Penyediaan kompleks gedung asrama terpisah yang aman dan nyaman bagi putra maupun putri.
3. Pustaka Digital & Manual: Perpustakaan modern dengan koleksi literatur lengkap guna mendukung kurikulum global.
4. Sarpras Olahraga Lengkap: Sarana olahraga komprehensif untuk melatih kebugaran jasmani taruna.
5. Laboratorium Mutakhir: Fasilitas laboratorium sains dan teknologi terkini untuk mendukung riset praktikum murid.
Langkah awal yang dirintis melalui sinergi lintas sektor ini tidak sekadar menjadi lembaran baru bagi Fika dan sembilan rekannya, melainkan sebuah simbol optimisme baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Ketika sekat finansial berhasil dipangkas, pintu bagi talenta-talenta lokal untuk bersinar di panggung dunia kini terbuka lebar.
Peluang emas ini mematri harapan besar bahwa dari ruang-ruang kelas madrasah di daerah, akan lahir generasi tangguh berwawasan global yang siap membawa perubahan positif.
Masyarakat Bantaeng kini menaruh harapan besar pada pundak para remaja berprestasi ini, menanti hari di mana mereka kembali ke tanah kelahiran sebagai para pemimpin masa depan yang membawa kemajuan dan kebanggaan bagi daerahnya.(AR)