Bantaeng (Humas MTsN) Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bantaeng turut ambil bagian dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kehadiran mereka ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan "Jalan Kerukunan" yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, Kamis,13/8/2026
Kegiatan jalan sehat ini mengusung misi mulia untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merawat keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Bantaeng.
Ratusan peserta yang terdiri dari :
1. Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.
2. Kepala Sub bagian Tata usaha.
3. Para Kepala Seksi dan pensawa
4. Para pengawas madrasah
5. Para kepala madrasah
6. Para Kepala KUA
7. Ketua AGPAI APRI, dan IPARI
8. ASN lingkup Kemenag
9. ASN, Non ASN dan KUA
10. Pembina Pondok pesantren
11. Pengurus PKUB
12. Pengurus MUI
13. Pendeta dan jemaat gereja Toraja,GPDI,Katolik
14. Paguyuban Keluarga Tionghoa
Tampak antusias memadati rute yang telah ditentukan oleh pihak panitia pelaksana.
Kepala MTsN Bantaeng, Muh. Kasim, menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah bukan sekadar untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, tetapi juga sebagai komitmen nyata dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama.
"Melalui momen Jalan Kerukunan ini, kita ingin memperlihatkan bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa. MTsN Bantaeng berkomitmen penuh untuk terus berada di garda terdepan dalam menjaga keharmonisan, persatuan, dan toleransi lintas umat beragama, khususnya di wilayah Bantaeng," ujarnya.
Sepanjang jalur yang ditentukan, rombongan dari MTsN Bantaeng berjalan tertib dan penuh sukacita bersama dengan satuan kerja (satker) Kemenag lainnya serta tokoh-tokoh lintas agama setempat.
Kebersamaan yang tercipta di sepanjang rute mempertegas pesan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dan dipertahankan melalui persatuan seluruh elemen bangsa.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng sukses menjadikan perayaan HUT RI ke-81 sebagai ruang inklusif yang mempersatukan masyarakat, sekaligus memperkokoh fondasi daerah yang aman, damai, dan toleran.
Melalui langkah selaras dan tawa yang berbaur di sepanjang rute, MTsN Bantaeng bersama Kemenag telah mengukir catatan indah di hari kemerdekaan. Sebuah potret harmoni yang menegaskan bahwa dari Bantaeng, toleransi bukan lagi sekadar teori, melainkan aksi nyata yang terus dirawat (AR