Lewati ke konten utama
Logo MTsN Bantaeng

Jaga Fokus Belajar dan Kesehatan Psikologis Murid, MTsN Bantaeng Terapkan Aturan Pembatasan Gawai Rutin Setiap Pagi

Jaga Fokus Belajar dan Kesehatan Psikologis Murid, MTsN Bantaeng Terapkan Aturan Pembatasan Gawai Rutin Setiap Pagi
06 Oct 2026 Humas

Dampang (Humas MTsN) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bantaeng resmi memberlakukan kebijakan pembatasan penggunaan gawai (gadget) yang terkontrol bagi seluruh muridnya. Langkah tegas ini diambil sebagai komitmen pihak madrasah untuk meningkatkan konsentrasi belajar serta menjaga kesehatan psikologis para peserta didik dari dampak negatif ketergantungan perangkat digital.Selasa,6/10/2026


Penerapan aturan ini dilakukan secara disiplin setiap pagi. Berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan, seluruh murid yang membawa gawai ke madrasah wajib mengumpulkannya di tempat khusus yang dikelola oleh petugas piket sesampainya mereka di lingkungan madrasah.


Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala MTsN Bantaeng, Muh. Kasim, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa aturan ini bukan bentuk pelarangan total terhadap pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, gawai tetap memiliki nilai fungsi yang besar dalam menunjang edukasi jika ditempatkan pada porsi yang tepat.


"Gawai pada dasarnya tetap menjadi perangkat penunjang pembelajaran yang efektif, namun intensitas dan peruntukannya harus diatur secara proporsional. Melalui regulasi pembatasan terkontrol ini, kami ingin membantu anak didik kami membangun kebiasaan belajar yang lebih fokus sekaligus melindungi kesehatan mental mereka dari risiko distraksi digital yang berlebihan," ujar Muh. Kasim.


Teknis pengumpulan di meja piket turut dikawal ketat oleh guru piket. Eka Susanti, salah satu guru yang bertugas di meja piket pagi, mengungkapkan bagaimana proses penegakan disiplin ini berjalan sehari-hari dan dampaknya langsung pada atmosfer madrasah.


"Setiap pagi, kami memastikan semua murid menitipkan gawainya dengan tertib di tempat yang sudah disiapkan. Kami melihat perubahan positif yang cukup signifikan sejak aturan ini rutin dijalankan; anak-anak kini menjadi lebih aktif berinteraksi, mengobrol, dan bersosialisasi secara langsung dengan temannya di area madrasah sebelum bel masuk berbunyi, alih-alih hanya sibuk menunduk menatap layar hp masing-masing," ungkap Eka Susanti.


Respon positif juga datang dari kalangan murid Eza,  Meskipun awalnya merasa canggung tanpa memegang gawai, para murid kini mulai merasakan manfaat nyata dari pembatasan rutin ini.


"Awalnya memang terasa ada yang kurang kalau pagi-pagi hp langsung dikumpul. Tapi lama-kelamaan kami jadi terbiasa. Sekarang suasana kelas sebelum masuk jadi lebih seru karena kami bisa mengobrol langsung, bercanda, atau diskusi pelajaran bareng teman-teman tanpa terganggu notifikasi medsos atau game," ungkap Eza, murid kelas IX C MTsN Bantaeng.


Di bawah aturan ini, murid tetap diperbolehkan membawa perangkat tersebut ke sekolah, tetapi masa aktifnya dibatasi secara ketat. Gawai hanya boleh diakses saat proses belajar mengajar yang secara spesifik membutuhkan fasilitas digital, dan wajib berada di bawah instruksi serta pengawasan langsung dari guru mata pelajaran terkait. Di luar kebutuhan itu, gawai harus tetap disimpan dengan aman di pos piket madrasah.

  1. slot
  2. slot gacor
  3. https://sinvest.id/
  4. dapodik

Kebijakan lokal yang ditempuh oleh MTsN Bantaeng ini sejalan dengan regulasi pembatasan gawai di lingkungan madrasah dari Kementerian Agama RI guna meminimalkan distraksi digital selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pihak madrasah juga secara berkala menggelar monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan penegakan kedisiplinan berjalan tanpa kompromi demi mewujudkan ruang interaksi sosial yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang akademis anak.(AR)


Bagikan:
Chat Kami